Rabu, 09 Oktober 2013

LIMA HUKUM TAURAT

KELIMA KITAB TAURAT
            Kelima kitab pertama perjanjian lama : Kejadian. Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan disebut Taurat. Kata itu berasal dari bahasa ibrani Torah (Hukum, pengajaran dan petunjuk) yang diterjemahkan dalam perjanjian Baru oleh kata Yunani NOMOS (misalnya matius 5:17; lukas 16:17; kis 7:53;dan 1kor 9:8). Taurat adalah bagian yang terpenting dari kanon Yahudi wibawa dan kesuciannya jauh melebihi nabi-nabi atau kitab-kitab lainnya.
            Kelima kitab taurat tidak dkarang secara terpisah sehingga masing-masing buku itu berdiri sendiri dan utuh, melainkan setiap kitab itu merupakan bagian dari suatu kesatuan yang lebih luas.boleh dikatakan taurat merupakan suatu karangan besar yang terdiri dari 5 bagian atau jilid.
Kesatuan
Meskpun ada tanda-tanda nyata bahwa struktur dan sumbernya berbeda dan rumit, namun yang terpenting dan utama adalah kesatuan kelima kitab taurat itu. Hal ini tersirat dalam kitab sejarah yang membentuk tulang punggung dan kerangka taurat yang didalamnya tercakup kumpulan hukum –hukum.
            Jika kelima taurat dibaca ssecara telita akan nyata bahwa disamping kesatuan tujuan, rencana dan sususnan yang jelas, terdapat keanekaragaman yang rumit dan mencolok. Kisah sejarah sering menyeling kumpulan hukum-hukumnya sedankan riwayat zaman permulaan, bapak leluruh dan msa menjadi pengantar pada hukum Musa.sifat ganda ini harus dikenali untuk menyelidiki asal usul taurat. Oleh karena itu taurat mempounyai sifat ganda :
1.      Baik kisah maupun hukum yang terdapat di dalamnya tidak mempunyai kesinambungan dan keteraturan yang jelas.
2.      Mengingat fakta-fakta tersebut, tidaklah mengherankan bila terdapat perbedaan penting dalam pembendaharaan kata, susunan kalimat dan gaya bahasa serta komposisi umum dari berbagai bagian taurat.
3.      Slanjutnya adalah penggunaan nama-nama Ilahi Yahwe (TUHAN) dan Elohim (ALLAH) secara bergantian.
4.      Pengulangan bahan-bahan terdapat dalam taurat.

Taurat adalah sebuah karya anonim, dan sama sekali tidak memberikan petunjuk tentang pengarangngannya.musa tidak disebut sebagai pengarangnya, begitu pula orang lain. Di Timur tengah pada zaman dahulu seorang “pengarang”  bukanlah seniman kreatif seerti halnya dalam kebudayaan modren. Ia terutama merpakan orang ang melestarikan hal-hal yanv terjadi pada masa lampau dan terikat oleh bahan dan metodologi tradisional. “sastra” lebih merupakan milik masyarakat daripada milik pribadi.



Kegiatan penuls Musa diperkuat oleh keterangan yang terbesar dan pentig dalam tulisan-tulisan lain sebelum masa pembuangan. Keterangan-keterangan pada masa pembuangan dan sesudahnya jauh lebih banyak. Peneitian yang seksama menghasilkan pola yang menarik antara lain;
1.      Kitab-kitab sesudah masa pembuangan(tawarikh,Ezra,Nehemia, Yehezkiel dll)
2.      Kitab-kitab pertengahan yaitu (kitab-kitab sejarah sebelum maa pembuangan, Yosua, I dan II samuel, I & II raja-raja) sangat jarang meenyebut kegiatan penulisan Musa.
3.      Kitab-kitab awal yaitu(kitaba-kitab para nabi sebelum masa pembuangan) tidak menyebutkan apa-apa tentang kegiatan tersebut.
Namun kita akan membahas salah satu dari kitab Taurat yaitu kitab BILANGAN.   Alasan nyata untuk memasukkan kitab ini dalam taurat ialah untuk mengisi masa antara peristiwa keluaraan dan Sinai hinggga persiapan di Moab untk memasuki negri perjanjian. Tetapi masih ada alasan lain lagi . Perjalan dari sinai ke Kadesi—Barnea melalui teluk Aqaba memerlukan waktu sebelas hari saja (Ul 1:2) sebagaimana ditunjukkan oleh Aharoni.  Rute langsung hanya akan membutuhkan waktu beberapa hari dan jalan melalui Edom maupun ke Moab tidak lebih dari dua pekan.  Kitab bilangan menjelaskan bahwa masa 38 tahun itu adalah hukuman atas ketidak percayaan mereka sehingga tidak seorangpun dari generasi yang tak beriman itu dapat memasuki negri itu (bnd Ul 1:35-36).
 Karena itu, kitab Bilangan bukanlah sekedar sekelumit sejarah saja terapi enceritajan perbuatan Allah. Kitab ini menyatakan suatu kisah Rumit tentang ketidak setiaan, pemberontakan,kemurtatdan dan prustasi yang diperhadapkan dengan kesetiaan dan kesabaran Allah.
NAMA DAN ISI
Bilangan adalah nama yang aneh untuk kitab semacam ini. Judulnya  dalam kitab suci  Ibrani diambil dari kata-kata dalam ayat pertama yaitu dipadang Gurun (Sinai). Judul ini sangat cocok , para penerjemah Septuagnta memberi nama bilangan  karena daftar angka yang dicatat dalam kitab itu  dan judul itu diteruskan  melalui Vulgata kepada kita.
      Kitab ini dapat dibagi dalam 3 bagan utama, yang dipisahkan oleh catatan mengenai oerjalan orang Israel.
ü  Di Sinai : persiapan keberangkatan (BIlangan 1:1-10:10) sensus pertama(bil 1)
ü  Di Kadesy dalam padang Gurun Paran( bil 13-20)
ü  Di dataran Moab (Bil 22:2-32:42)







BILANGAN 9: 19-23


Tiang awan memimpin perjalanan Israel
Untuk kita dapat memahami bagaimana tiang awan yang dimaksudkan disini sebelumnya harus mengetahui apa yang menjadi awal  peristiwa ini dengan  mempelajari ayat-ayat sebelumnya . dimulai dari ayat 15 “ pada hari didirikan kemah suci, maka awan itu menutupi kemah Suci, kemah hukum Allah; dan pada waktu malam sampai pagi awam itu ada diatas kemah suci, kelihatan seperti api”
Awan berapi . awan ini menjadi lambang kehadiran Ilahi dan juga menjadi pemandu bagi bangsa israel jika mereka berjalan (bnd Kel 13:21,22;40:34-38). Ketika mereka akan meninggalkan Sinai pimpinan Ilahi ditekankan lagi .
19. turunnya awan menunjukkan bahwa Allah telah diam disana yang disebut syekemah, kemuliaan Allah (1 raj 8:12). Allah turun dalam kemah suci menggambarkan Allah berdiam dalam kemah tersebut bnd 1 kor 6:19.
Awan pada Waktu siang, api pada waktu malam memperingatkan bangsa itu waktu untuk memindahkan kemah. Awan dan api itu sebagai bukti bahawa Allah memelihara umatnya dalam setiap aspek kehidupan mereka.
            Gerak awan memeperingatkan waktuna untuk memindahkan kemah. Waktu awan tinggal di kemah berbeda-beda, sesuai dengan titah dan kehendaknya. Berkemah supaya mereka melakukan kewajiban-kewqajban mereka kepada Allah. Berangkat hidup seturut kehendak Allah. Intinya adalah ketaatan kepada Tuhan dan penyerahan hidup secara total pada pimpinan Allah dan Kuasa roh kudus adalah kunci kekuatan dalam hidup orang percaya.

 Kesimpulan    :
 Taurat adalah bagian yang terpenting dari kanon Yahudi wibawa dan kesuciannya jauh melebihi nabi-nabi atau kitab-kitab lainnya.Kelima kitab taurat tidak dkarang secara terpisah sehingga masing-masing buku itu berdiri sendiri dan utuh, melainkan setiap kitab itu merupakan bagian dari suatu kesatuan yang lebih luas.
Kitab bilangan menjelaskan bahwa masa 38 tahun itu adalah hukuman atas ketidak percayaan mereka sehingga tidak seorangpun dari generasi yang tak beriman itu dapat memasuki negri itu (bnd Ul 1:35-36). Karena itu, kitab Bilangan bukanlah sekedar sekelumit sejarah saja terapi enceritajan perbuatan Allah. Kitab ini menyatakan suatu kisah Rumit tentang ketidak setiaan, pemberontakan,kemurtatdan dan prustasi yang diperhadapkan dengan kesetiaan dan kesabaran Allah.